Apa itu Mangan Oksida ? Mangan dioksida ?

Ada yang tau dengan Mangan Oksida ? Mangan dioksida ?
nah, dikarenakan gua memiliki penilitian di kampus mengenai mangan oksida jadi gua bagi-bagi ilmu untuk kita semua ya, walaupun di google sudah begitu banyak orang bahas tentang mangan oksida.


Check this out !!!
sumber : wikipedia

Mineral mangan oksida merupakan mineral yang paling banyak ditemukan di dasar laut. Mineral-mineral mangan oksida yang ditemukan di dasar Laut yaitu buserite, todorokite, manganite dan manganate, sedangkan mineral mangan oksida yang paling banyak ditemukan di alam berupa pyrolusite dan romanechite dengan struktur berongga (Usui dan Mita, 1992). Mangan oksida memiliki dua struktur kerangka yaitu kristal berlapis dan struktur tunnel, serta merupakan salah satu material dari golongan transisi yang banyak diteliti (Nigsih, 2006).

Diantara senyawa oksida mangan yang banyak dikenal adalah padatan MnO yang berwarna hijau terang, Mn3O4, Mn2O dan MnO2 yang berwarna hitam. Material mangan oksida berwarna hitam-kecoklatan secara khas dalam bentuk butiran yang bagus, kristalin dan lapisan. Kristalin oksida mangan merupakan material yang mempunyai sifat yang dapat mengadsorbsi molekul (molecule adsorptive) dan sebagai penukar kation (cation exchange) yang baik. Material mangan oksida memiliki banyak aplikasi yaitu sebagai media penyimpan magnetic dengan densitas tinggi (high density magnetic storage), material elektrokimia, sebagai sumber utama ferrite yang memiliki aplikasi dalam elektronika dan sebagai adsorben (Ningsih, 2006).

Pemanfaatan Mangan oksida erat kaitannya dengan struktur yang dimiliki oleh mangan oksida. Mangan oksida memiliki berbagai bentuk struktur tergantung dari proses pembuatannya, sehingga dengan memodifikasi beberapa parameter yang digunakan untuk mensintesis maka akan berpeengaruh terhadap mineral mangan oksida yang dihasilkan (Brock dkk., 1998)

Mangan dioksida atau MnO2 merupakan oksida mangan yang memiliki berbagai polimorfi struktur kristal, seperti β-, α-, δ-, dan γ- MnO2. Setiap material oksida mangan ini terdiri atas suatu struktur tunnel. β-MnO2 (pyrolusite), α-MnO2 (ramsdellite), γ- MnO2 (nsutite) dan δ-MnO2 (vernadite) memiliki struktur tunnel (1x1), (1x2), (1x1)(1x2), dan (1x∞) secara berturut-turut. Dengan struktur tunnel yang dimiliki oleh material oksida mangan ini maka ia banyak digunakan sebagai selektif katalis, penukar ion, dan penukar molekul (Saridewi dkk., 2008)

No comments:

Post a Comment