Salam anak muda sobat skalian..
udah lama banget nah gua nggak nge pos kembali di blog gua nah ::)
sekarang gua mau nge pos apa yang udah gua dapettin selama gua off buat nge blog di blog gua ..
yang pertama gua mau nge pos tentang apa itu kerja keras ::)
*) Kerja Keras
Kerja keras adalah kebalikan dari sifat malas. Ia merupakan salah
satu kunci dari hidup bahagia dan itu sebabnya mengapa kerja keras
sangat dianjurkan dalam Islam (QS Al Ankabut 29:6) sebagai kunci sukses
menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (QS Al Ankabut 29:65).
Ibrahim Al-Tahawi dalam kitab Al-Iqtisad Al-Islami menegaskan bahwa
Al Quran menganggap kemalasan atau membuang-buang waktu melakukan hal
yang tidak produktif dan tidak bermanfaat sebagai bukti kurangnya
keimanan seseorang.
Al Quran sendiri menyebut kata “amal” atau perbuatan dalam 360 ayat.
Dan kata “fi’il” (maknanya kurang lebih sama) disebut dalam 109 ayat
yang menunjukkan betapa pentingnya kerja keras. Tentu saja yang dimaksud
dengan kerja keras bagi seorang pelajar adalah belajar rajin dan
maksimal untuk menjadi yang terbaik.
Kerja keras dalam artian harfiah, yaitu bekerja sekeras mungkin,
tentu saja tidak cukup. Kita melihat betapa banyak orang, seperti buruh
dan kuli, yang bekerja sangat keras memeras keringat sepanjang hari
tetapi mendapatkan hasil yang sangat sedikit dan tidak mengalami
perubahan ekonomi secara signifikan. Kerja keras harus dibarengi dengan
ilmu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan karena itulah Allah
sangat menekankan kemuliaan ilmu dan betapa pentingnya posisi ahli ilmu
(QS Ali Imron 3:18; Al Mujadalah 58:11; Az Zumr 39:9).
***
Pada dasarnya, umat Islam adalah umat yang paling rajin bekerja keras
di banding penganut agama lain dengan syarat asal kita mengikuti betul
perintah Al Quran untuk selalu bekerja tanpa mengenal libur kendati itu
hari Jumat (QS Al Jum’ah 62:10). Seorang muslim hanya disuruh berhenti
bekerja pada saat ada panggilan adzan dikumandangkan (QS Al Jum’ah
62:9).
Konsekuensi dari bekerja tanpa henti dan tiada mengenal hari libur–
plus ditambah dengan ilmu yang mumpuni di bidang pekerjaan yang
dilakukan– adalah: umat Islam akan menjadi umat yang paling berhasil di
dunia dalam segi materi atau paling pintar dari segi ilmu bagi pelajar.
Bayangkan saja, umat Nasrani bekerja hanya enam hari dalam seminggu
karena hari Minggu libur, umat Yahudi juga bekerja selama enam hari
karena libur pada hari Sabtu, maka umat Islam bekerja selama tujuh hari
penuh dalam seminggu. Konsekuensinya, umat Islam akan menjadi umat
terkaya di dunia karena paling rajin bekerja.
Namun kenyataan justru sebaliknya. Saat umat lain, Nasrani dan
Yahudi, menuruti perintah untuk libur pada Sabtu dan Minggu saja dan
bekerja selama enam hari dalam seminggu, umat Islam kebanyakan justru
lebih banyak libur daripada kerjanya! Akibatnya jelas, umat Islam yang
berjumlah sekitar 1 milyar di seluruh dunia menjadi umat termiskin di
banding umat dari agama lain. Umat Yahudi yang hanya 15 juta di seluruh
dunia justru menjadi umat terkaya karena memang mereka yang bekerja
paling rajin.
Seorang Muslim yang betul-betul mengikuti nilai-nilai ajaran Islam
akan menjadi sosok pribadi terbaik, dan umat Islam akan menjadi umat
terbaik (QS Ali Imron 3:110). Terbaik tidak hanya di akhirat, tetapi
juga di dunia (QS Al Baqarah 2:201).
Seperti apa kesuksesan di akhirat hanya Allah yang tahu, namun
kesuksesan di dunia dapat dilihat dengan (a) apabila berkepribadian
akhlaqul karimah; (b) berhasil secara materi; (c) bermanfaat bagi
manusia lain.
sumber : http://www.fatihsyuhud.net
No comments:
Post a Comment